Cara Praktis Seting DSLAM HUAWEI 5600

DSLAM Huawei 5600 mempunyai 16 slot yang terdiri dari 14 slot untuk modul service dan 2 slot untuk controller
Modul service yang digunakan adalah tipe H569ADEE yang bisa di install di slot 0-6 dan 9-16 sedangkan slot 7-8 untuk modul tipe H561SCUB sebagai controller. Modul controller dalam satu DSLAM ada dua yang dimaksudkan sebagai backup dimana jika salah satu modul fail makan fungsinya akan di alihkan ke modul lainnya. Status modul aktif di dalam DSLAM 5600 sebagai berikut
DSLAM5600#display board 0
————————————————————————-
SlotID BoardName Status SubType0 SubType1
————————————————————————-
0 H569ADEE Normal
1 H569ADEE Normal
2 H569ADEE Normal
3 H569ADEE Normal
4 H569ADEE Normal
5 H569ADEE Normal
6 H569ADEE Normal
7 H561SCUB Active_normal O2GS ==> modul aktif
8 H561SCUB Standby_normal O2GS ==>Modul cadangan dengan status standby
9 H569ADEE Normal
10 H569ADEE Normal
11 H569ADEE Normal
12 H569ADEE Normal
13 H569ADEE Normal
14 H569ADEE Normal
15 H569ADEE Normal
————————————————————————-
Dalam satu modul H569ADEE terdiri dari 64 port, modul H561SCUB juga di gunakan sebagai modul uplink ke arah Metro E sebagai agregator dengan kapasitas maksimal 1 Gbps per port nya.
Di dalam pemodelan OSI layer DSLAM bekerja di layer 2 dimana DSLAM menggunakan mac address dari suatu perangkat yang terhubung dengannya untuk meneruskan paket. Setiap ada perangkat yang terhubung ke satu port DSLAM maka port tersebut akan learning mac address dari perangkat yang konek tersebut. Setelah itu mac address akan di catat dalam mac address table sebagai database. Untuk layanan DATIN corporate customer, setiap customer dalam satu DSLAM di bedakan berdasarkan VLAN. Dengan adanya VLAN maka database mac address akan di catat berdasarkan VLAN sehingga perangkat yang konek ke port dengan VLAN yang berbeda tidak akan dapat berkomunikasi.CARA KONFIGURASI DSLAM 5600
Dalam artikel ini DSLAM yang akan di seting adalah DSLAM yang sudah berjalan untuk layanan Speedy jadi kita hanya akan membahas konfigurasi untuk layanan DATIN corporate customer. Untuk layanan corporate customer di dalam satu port DSLAM terdapat dua link virtual yang di sebut PVC yang terdiri dari PVC service dan PVC manajemen modem.Setiap PVC mempunyai ID yang unik yang disebut VPI dan VCI. Kita asumsikan untuk PVC service menggunakan VPI 1 VCI 34 sedangkan PVC manajemen menggunakan VPI 0 VCI 33. Agar layanan DATIN dapat berjalan di dalam DSLAM perlu di seting beberapa hal berikut
1. Konfigurasi VLAN
Kita asumsikan untuk vlan service adalah 3210 dan vlan manajemen adalah 30. Caranya adalah sebagai berikut
1.1 Masuk ke mode konfig
DSLAM5600#config
DSLAM5600(config)# 

1.2 Buat VLAN service dan manajemen, tipe vlan yang digunakan adalah smart agar dapat di pasang di dalam service port
DSLAM5600(config)#vlan 3210 smart
DSLAM5600(config)#vlan 30 smart
1.3 membuat deskripsi VLAN
DSLAM5600(config)#vlan desc 3210 description vlan_service
DSLAM5600(config)#vlan desc 30 description vlan_manajemen
2. Konfigurasi Port Dengan VLAN
2.1 Pasang Vlan di port Uplink DSLAM, port uplink DSLAM bisa ada di slot 7 atau slot 8 pada artikel ini kitas asumsikan uplink ada di slot 7
DSLAM5600(config)#port vlan 3210 0/7 0
DSLAM5600(config)#port vlan 30 0/7 0
2.2 Tentukan traffic table yang akan digunakan, traffic table adalah profil speed yang digunakan dalam PVC. Yang kita ambil adalah TID yang sesuai dengan speedy yang dibutuhkan. Untuk speed dapat di lihat dari kolom CAR(Kbps). Traffic profil ini berbeda dengan line-profil yang dipasang di port fisik sehingga traffic profil tidak membebani jaringan karena di pasang bukan di port fisik tapi di link virtual. Jika diambil contoh kasus adalah sebagai berikut, suatu link dengan line-profil 384Kbps dan traffic table 2048Kbps bandwidth yang didapat oleh customer adalah 384kbps.Sebaliknya dengan line-profil 2048Kbps dan traffic table 384Kbps maka bandwidth yang di dapat customer 384Kbps. Untuk Kasus DSLAM penyesuaian profil di lakukan tujuan utamanya bukan untuk membatasi bandwidth customer tapi untuk menyesuaikan dengan kondisi jaringan tembaga yang digunakan jadi yang perlu di sesuaikan adalah line-profil. Untuk traffic profil bisa ambil speed terbesar, hal ini untuk menghindari human error ketika ada proses upgrade yang seringkali hanya mengupgrade line-profil saja. Dalam artikel ini kita akan pilih TID 6 (2048Kbps) karena layanan DATIN via DSLAM adalah untuk bandwidth di bawah 2048 Kbps
DSLAM25-D2-GBR#display traffic table from-index 0
{ |to-index }:
Command:
display traffic table from-index 0
Traffic parameters for IP service:
—————————————————————————–
TID CAR(kbps) Priority Pri-Policy
—————————————————————————–
0 64 0 tag-pri
1 128 0 tag-pri
2 256 0 tag-pri
3 384 0 tag-pri
4 512 0 tag-pri
5 1024 0 tag-pri
6 2048 0 tag-pri
7 3072 0 tag-pri
8 4096 0 tag-pri
9 6016 0 tag-pri
10 7168 7 tag-pri
11 8192 7 tag-pri
12 10496 7 tag-pri
13 6144 0 tag-pri
—————————————————————————–
2.3 Pasang VLAN di port akses, port akses di sini adalah port DSLAM tempat modem di pasang.Kita asumsikan port yang digunakan adalah 0/0/0
DSLAM5600(config)# service-port vlan 3210 adsl 0/0/0 vpi 1 vci 34 rx-cttr 6 tx-cttr 6
DSLAM5600(config)# service-port vlan 30 adsl 0/0/0 vpi 1 vci 34 rx-cttr 6 tx-cttr 6
2.4 Verivikasi konfigurasi vlan
DSLAM5600(config)#display vlan 3210
{ |to }:

Command:
display vlan 3210
VLAN ID: 3210
VLAN type: smart
VLAN attribute: common
VLAN description:vlan_service
——————————
F/S /P Native VLAN State
——————————
0/7 /0 1 up
——————————
Standard port number: 1
—————————————————
Type State F/ S/ P VPI VCI FLOWTYPE FLOWPARA
—————————————————
adl act/up 0/0/0 1 34 – –
—————————————————

DSLAM5600(config)#display vlan 30
{ |to }:

Command:
display vlan 30
VLAN ID: 30
VLAN type: smart
VLAN attribute: common
VLAN description:vlan_manajemen
——————————
F/S /P Native VLAN State
——————————
0/7 /0 1 up
——————————
Standard port number: 1
—————————————————
Type State F/ S/ P VPI VCI FLOWTYPE FLOWPARA
—————————————————
adl act/up 0/0/0 0 33 – –
—————————————————
2.5 Verivikasi konfigurasi port
DSLAM5600(config)#display service-port port 0/0/0
{ |sort-by|autosense }:
Command:
display service-port port 0/0/0
—————————————————————————–
VLAN VLAN PORT F/ S/ P VPI VCI FLOW FLOW RX TX STATE LABEL PRI
ID ATTR TYPE PARA
—————————————————————————–
30 common adl 0/0/0 0 33 – – 6 6 act/up – –
3210 common adl 0/0/0 1 34 – – 6 6 act/up – –
—————————————————————————–
Total : 2 (Up/Down : 2/0)
3 Konfigurasi Line-profil
Seperti telah dibahas di bagian 2.2 line-profil perlu di konfigurasi untuk menyesuaikan kondisi jaringan tembaga yang digunakan dengan bandwidth yang di pesan customer. Semakin besar line-profil yang digunakan maka akan semakin membebani jaringan karena line-profil akan memaksa jaringan untuk bisa up dengan profil yang di tentukan. Jika kondisi jaringan tidak layak maka link menjadi tidak stabil jika di paksakan dengan profil tinggi.Parameter yang digunakan adalah SNR dan Attenuation.
SNR merupakan perbandingan sinyal terhadap noise. Semakin besar nilainya maka akan semakin baik kualitasnya (noise/gangguan kecil). Penyebab noise biasanya dari medan elektromagnetik, seperti perangkat elektrikal di rumah, dll.
SNR Margin lebih merupakan semacam zona buffer yang berfungsi untuk menjaga koneksi agar tidak terjadi fluktuasi SNR yang sering terjadi pada koneksi ADSL. Jika SNR Margin terlalu rendah maka akan berdampak pada kualitas throughput yang lambat bahkan kadang diskoneksi.
Attenuation berkaitan dengan ‘loop loss’ yang terjadi, yaitu pengurangan kekuatan sinyal ADSL. Makin kecil nilainya, maka akan makin baik, dan semakin besar kemungkinan Anda untuk mendapat koneksi lebih cepat. Biasanya kekuatan sinyal sangat dipengaruhi oleh jarak line jaringan dari CPE ke STO. Makin jauh maka semakin mungkin terjadi kehilangan sinyal (nilai attenuation besar).

Berikut ini adalah referensi nilai SNR dan Attenuation yang di ambil dari beberapa sumber
Nilai SNR
29,0 dB ~ ke atas = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 28,9 dB = Excellent (bagus) • Koneksi stabil.
11,0 dB ~ 19,9 dB = Good (baik) • Sinkronisasi sinyal ADSL dapat berlangsung lancar.
07,0 dB ~ 10,9 dB = Fair (cukup) • Rentan terhadap variasi perubahan kondisi pada jaringan.
00,0 dB ~ 06,9 dB = Bad (buruk) • Sinkronisasi sinyal gagal atau tidak lancar (ter-putus²).

Nilai Attenuation
00,0 dB ~ 19,99 dB = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 29,99 dB = Excellent (bagus)
30,0 dB ~ 39,99 dB = Very good (baik)
40,0 dB ~ 49,99 dB = Good (cukup)
50,0 dB ~ 59,99 dB = Poor (buruk) • Kemungkinan akan timbul masalah koneksi (tidak lancar, dsb).
60,0 dB ~ ke atas = Bad (amburadul) • Pasti akan timbul banyak gangguan koneksi (sinyal hilang, tidak bisa connect, dsb).
Referensi: AT&T|Alcatel|Cisco|ComCast|Verizon|BellSympatico|DSLReports|WebArchive|Wikipedia

3.1 Membuat lineprofil
Untuk memastikan line-profil sesuai dengan bandwidth customer maximal rate dalam line-profil harus dilebihkan 20% dari bandwidth aslinya. Hal ini dilakukan sebagai kompensasi untuk header yang ditambahkan dalam protocol adsl.Misalkan bandwidth customer adalah 1000Kbps maka max rate dalam line-profil di set 1200kbps.
Yang perlu di perhatikan dalam membuat line-profil adalah sebagai berikut
• Maksimal dan minimal rate, baik untuk downstream dan upstream. Pastikan minimal dan maksimal rate sesuai dengan bandwidth customer dan maksimal rate downstream dan upstream sudah simetris
• Pastikan channel mode yang pilih sudah sesuai. Sebaiknya pilih interleaved karena dalam interleaved ada metode error checking sehingga meminimalisir link tidak stabil yang diakibatkan kondisi jaringan tidak layak.
Kita asumsikan bandwidth customer adalah 1024 Kbps sehingga profil yang kita buat mempunyai maksimal rate 1226 Kbps
DSLAM5600(config)#adsl line-profile add
{ |profile-index<2> }:

Command:
adsl line-profile add
Start adding profile
Press ‘Q’ to quit the current configuration and new configuration will be
neglected
>¡¡Do you want to name the profile (y/n) [n]:
> Please choose default value type 0-adsl 1-adsl2+ (0~1) [0]:1
> Will you set basic configuration for modem? (y/n)[n]:y
Note: Setting to these mode of G992.3~5 will lead that the adsl ports that are not support adsl2+ not be activated
ADSL transmission mode:
> 0: All (G992.1~5,T1.413)
> 1: Full rate(G992.1/3/5 or T1.413)
> 2: g.lite(G992.2/4) (ADSL over ISDN board doesn’t support g.lite mode)
> 3: T1.413(ADSL over ISDN board doesn’t support T1.413 mode)
> 4: g.dmt (G992.1/3/5)
> 5: g.hs (G992.1~5, G992.5 is prior)
> 6: G992.1
> 7: G992.2
> 8: G992.3
> 9: G992.4
> 10:G992.5
> 11: ADSL all (G992.1~2,T1.413)
> 12: ADSL&ADSL2(G992.1/3 or T1.413)
Please select (0~12) [0]:
> Trellis mode 0-disable 1-enable (0~1) [1]:
> Downstream channel bit swap 0-disable 1-enable (0~1) [1]:
> Upstream channel bit swap 0-disable 1-enable (0~1) [1]:
> Please select channel mode 0-interleaved 1-fast (0~1) [0]:
> Will you set interleaved delay? (y/n)[n]:y
> Maximum downstream interleaved delay(0~255 ms) [16]:
> Maximum upstream interleaved delay(0~255 ms) [6]:
>¡¡Please select form of transmit rate adaptation in downstream:
> 0-fixed 1-adaptAtStartup 2-adaptAtRuntime (0~2) [1]:
> Will you set SNR margin for modem? (y/n)[n]:
> Will you set parameters for rate? (y/n)[n]:y
> Minimum transmit rate in downstream (32~32000 Kbps) [32]:
> Maximum transmit rate in downstream (32~32000 Kbps) [24544]:1226
> Minimum transmit rate in upstream (32~6000 Kbps) [32]:
> Maximum transmit rate in upstream (32~6000 Kbps) [1024]:1226
Add profile 13 successfully

Dari hasil diatas profil baru sudah berhasil di buat dengan profil index 13. Profil index digunakan sebagai id ketika akan memasang profil di port yang di inginkan.
Untuk melihat hasilnya bisa di lakukan dengan command berikut
DSLAM5600(config)#display adsl line-profile 13
—————————————————————————–

Profile index :13 Name: ADSL LINE PROFILE 13
ADSL transmission mode : All(G992.1~5,T1.413)
Trellis mode : Enable
Upstream channel bit swap : Enable
Downstream channel bit swap : Enable
Channel mode : Interleaved
Maximum downstream interleaved delay(ms) : 16
Maximum upstream interleaved delay(ms) : 6
Target downstream SNR margin(dB) : 6
Maximum acceptable downstream SNR margin(dB) : 31
Minimum acceptable downstream SNR margin(dB) : 0
Target upstream SNR margin(dB) : 6
Maximum acceptable upstream SNR margin(dB) : 31
Minimum acceptable upstream SNR margin(dB) : 0
Downstream SNR margin for rate downshift(dB) : 0
Downstream SNR margin for rate upshift(dB) : 0
Upstream SNR margin for rate downshift(dB) : 0
Upstream SNR margin for rate upshift(dB) : 0
Minimum upshift time in downstream(seconds) : 0
Minimum downshift time in downstream(seconds) : 0
Minimum upshift time in upstream(seconds) : 0
Minimum downshift time in upstream(seconds) : 0
Downstream form of transmit rate adaptation : Adapting at startup
Minimum transmit rate downstream(Kbps) : 32
Maximum transmit rate downstream(Kbps) : 1226
Minimum transmit rate upstream(Kbps) : 32
Maximum transmit rate upstream(Kbps) : 1226
—————————————————————————–
3.2 Memasang Line Profil
Untuk memasang profil di port yang kita inginkan kita perlu non aktifkan port tersebut dan mengaktifkan kembali dengan profil yang sudah kita buat sebelumnya. Format port dalam DSLAM5600 adalah frame/slot/port. Misal port 0/0/0 berarti frame 0 slot 0 port 0

Masuk ke dalam konfig frame/slot
DSLAM5600(config)#interface adsl 0/0

Non aktifkan port
DSLAM5600(config-if-adsl-0/0)#deactivate 0

Aktifkan kembali port dengan profil yang telah dibuat
DSLAM5600(config-if-adsl-0/0)#activate 0 profile-index 13

Untuk melihat hasilnya gunakan command berikut
DSLAM5600#display adsl port state 0/0/0
———————————————————————-
Port Status Line_Profile Alm_Profile Ext_Profile
———————————————————————-
0 Activated 13 1 —
———————————————————————-
Hasil di atas dapat dilihat bahwa port 0/0/0 status aktif dengan line profil 13

3.3 Melihat SNR dan attenuation

DSLAM5600#display line operation port 0/0/0
It will take several minutes, and console may be timeout, please use command idle-timeout to set time limit
Are you sure to continue? (y/n)[n]:y

DSLAM5600#
———————————————————-
Channel mode : Interleaved
Power management mode : L0
Downstream channel bit swap : Disable
Upstream channel bit swap : Disable
Trellis mode : Enable
Standard in port training : G992.5-Annex A
Downstream channel rate(Kbps) : 1200
Downstream max. attainable rate(Kbps) : 20160
Downstream channel SNR margin(dB) : 44.3
Downstream interleaved channel delay(ms) : 6
Downstream channel attenuation(dB) : 5.0
Downstream total output power(dBm) : 14.7
Upstream channel rate(Kbps) : 885
Upstream max. attainable rate(Kbps) : 884
Upstream channel SNR margin(dB) : 16.0
Upstream interleaved channel delay(ms) : 6
Upstream channel attenuation(dB) : 3.1
Upstream total output power(dBm) : 9.9
———————————————————-

3.4 ADSL2+ Annex M
Untuk bandwidth diatas 1.4 Mbps kita perlu melakukan konfigurasi tambahan pada line profil terutama untuk menyesuaikan upstream rate. Secara default DSLAM 5600 beroperasi pada mode annex A yang hanya support upstream 1.4 Mbps. Untuk mengatasi masalah itu kita bisa menambahkan external line profil di port dengan mode annex M. Sesuai standar ITU-T G.992.5 Annex M support hingga 3.3 Mbps untuk upstream. Tentu saja modem yang digunakan harus punya spesifikasi ADSL2+ annex M.
Yang perlu diperhatikan dalam membuat external line profil adalah transmission mode dan annex type. Berikut adalah contoh konfigurasi untuk membuat external line profil
DSLAM5600(config)#adsl extline-profile add
{ |profile-index<1> }:

Command:
adsl extline-profile add
Start adding profile
Notes: If pilot tone is included in the forbidden tones ,the link may not be activated
When port activated with annexA in mode G992.1, 64tone is pilot
When port activated with annexB in mode G992.1, 96tone is pilot
Press ‘Q’ to quit the current configuration and new configuration will be
neglected
>¡¡Do you want to name the profile (y/n) [n]:
> Will you configure the disabled tone? (y/n)[n]:
> Will you configure the minimum INP in downstream? (y/n)[n]:
> Will you configure the minimum INP in upstream? (y/n)[n]:
> Will you configure the maximum PSD mask in downstream? (y/n)[n]:
> Warning: The configuration of transmission mode in extline-profle will
replace the one configured in line-profile when the transmission mode is enabled!
> Will you enable the transmission mode?(y/n)[n]:y
ADSL transmission mode in standard :
> 1: G992.1 2: G992.2 3: G992.3 4: G992.5 5: T1.413
> Please input the standard possible in use(1-5)[1,3-4]:4
ADSL annex type :
> 1: Annex.A 2: Annex.B 3: Annex.L 4: Annex.M
> Please input the Annex possible in use(1-2,4)[1-2,4]:4
> Will you configure the L2 parameter?(y/n)[n]:
Add profile 2 successfully

Untuk melihat hasilnya adalah sebagai berikut
DSLAM5600(config)#display adsl extline-profile 2
——————————————————————
Profile Index : 2 Name: ADSL EXTLINEPROFILE 2
Minimum INP in downstream(DMT Symbol) :auto
Minimum INP in upstream(DMT Symbol) :auto
Maximum PSD mask in downstream(-dBm/Hz) :40
ADSL transmission mode in standard :G992.5
ADSL annex type :Annex.M
L2 mode state :disable
Minimum L0 time(s) :-
Minimum L2 time(s) :-
L2 interval power(db) :-
L2 total power(db) :-

3.5 Memasang external line profil
Sebelum memasang external line profil pastikan modem yang terpasang sudah di seting dengan mode annex all atau dibuat manual annex M.

Masuk ke konfigurasi frame/slot
DSLAM5600(config)#interface adsl 0/0

Pasang profil pada port yang diinginkan
DSLAM5600(config-if-adsl-0/0)#extline-config 0 profile-index 2

4. Pengecekan Mac Address
Untuk melihat apakah suatu layanan sudah berjalan baik bisa dilihat dari mac address table yag terbentuk per VLAN customer. Jika mac address dari perangkat customer (CE) dan perangkat provider(PE) sudah tercatat dalam mac address table DSLAM maka CE sudah dapat berkomunikasi dengan PE.
DSLAM5600#display mac-address vlan 3210
——————————————————————————
Type MAC MAC Type F /S /P VPI VCI FLOWTYPE FLOWPARA VLANID
——————————————————————————
eth 001c-b0c8-8180 dynamic 0 /7 /0 – – – – 3210
adl 001b-d40f-a4f1 dynamic 0 /0/0 1 34 – – 3210
——————————————————————————
Jika mac address dari arah port 0/0/0 belum tercatat berarti ada masalah dengan koneksi dari DSLAM ke arah CE, bisa DSLAM ke modem atau modem ke CE
Jika mac address dari arah port 0/7/0 belum tercatat berarti ada masalah dengan koneksi DSLAM ke arah uplink. Masalah bisa terjadi dari koneksi DSLAM ke agregator( Metro E) atau koneksi aggregator ke PE.
5. Konfigurasi Tunnel Untuk Protokol Routing RIP dan OSPF
Ada beberapa corporate customer yang menggunakan protokol routing dinamik seperti RIP dan OSPF. Protokol-protokol routing ini menggunakan paket multicast untuk update routingnya. Supaya DSLAM Huawei 5600 dapat melewatkan paket multicast tersebut perlu di buat tunnel untuk setiap protokol routing. Konfigurasinya adalah sebagai berikut
Cek status tu1nnel
DSLAM5600#display ospf tunnel vlan 3210
ospf tunnel is off
DSLAM5600#display rip tunnel vlan 3210
rip tunnel is off

Mengaktifkan Tunnel OSPF dan RIP
Masuk ke glogal config kemudian masukan command berikut
DSLAM5600(config)#ospf tunnel enable vlan 3210
DSLAM5600(config)#rip tunnel enable vlan 3210

Cek status RIP dan OSPF tunnel
DSLAM5600#display ospf tunnel vlan 3210
ospf tunnel is on
DSLAM5600#display rip tunnel vlan 3210
ospf tunnel is on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: